Sabiilun Na’iim Barak Amal 1992

Mari berikhtiar untuk memperhatikan yatim-piatu

Bank of Allah

Posted by snba1992 pada Desember 21, 2007

Simpan deposito, asuransi kecelakaan, pensiun, astek, valas, saham, reksadana, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak deh tempat untuk mengamankan hari tua. Sekalian juga, kelak kalau bisa kumpulkan semua harta dunia untuk anak, cucu, cicit. Sampai kapan?.
“Ya… ya… sepanjang masih kuat saja deh bekerja, kumpulkan sebanyak bisa“.
“Simpan saja di saham. Tahun lalu, reksadana hasilnya lumayan lho. Bisa sampai 80%. Bayangkan, uang 100 juta bisa beranak pinak“
“Ya…ya… dibanding deposito, bunganya cuma cukup untuk menutupi inflasi”. Artinya kalau punya uang Rp 1 juta, lalu kita simpan dan tahun depan jadi Rp 1,10 juta (bunga 10%), lalu inflasi nilai uang 10% maka artinya kita tidak menjadi lebih kaya.!“
“Iya euy… itu kalau punya uang. Kalau kagak!. Untuk bayar ke warnet saja, nyisihkan uang makan. Jadilah hari ini makan nggak nggizi karena 10 ribu lenyap ditelan akses internet di wartel”
Bank of Allah memang memiliki hitungan bisnis yang sedikit berbeda, terutama dari segi waktu, lebih tidak terukur dan uang yang ditanamkan di Bank of Allah harus digunakan oleh nasabah sesuai dengan proposal “amal shaleh”.
Hitung-hitungannya begini lho :
QS 2. Al Baqarah 261.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Syarat lainnya, nah ini juga mudah (tapi tidak gampang). :
QS 2. Al Baqarah 262.
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
“Waduh….”
“Duh Gusti, nomor rekeningnya berapa?”
Sudah berapa banyak kita punya deposito di Bank of Allah?”.

Ataukah uang kita disimpan di Bank Mandiri, BCA, BNI, NISP, Permata atau Mega Bank, atau dalam bentuk traveller check, atau di Citibank, HSBC, atau dimana saja yang keren-keren. Dan kita menghitung-hitungnya tanpa henti.
QS 104. Al Humazah 2-3
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung. ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya…
Aku tertunduk dalam kediaman dan malu. Ah nomor rekening di Bank of Allah ternyata masih sangat sedikit. Kok bisa-bisanya berkoar-koar tentang kebaikan dan berbicara tentang amal saleh…..

sumber : agorsiloku

Insya Allah.. anda dapat membuka rekening Bank Of Allah melalui SNBA’92, dimana infaq sedekah anda Seikhlasnya, akan kami teruskan kepada yatim piatu binaan kami.

Semoga kita (anda dan kami) masuk ke daftar Nasabah Bank of Allah, dan semoga dengan kita saling berpesan dalam kebaikan dicatat sebagai amal sholeh dan diberikan keberkahan dalam waktu-waktu yang terlewat maupun yang akan datang…

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: